Menggali
Teks dan Wacana
Pada Gagap
Gempita Zaman
Menggali berbagai kemungkinan teks, eksploratif, tawaran wacana di tengah gagap gempita zaman.

Manusia di Kasino
Ini puisi yang lahir dari kepingan chip kasinodi meja baccarat, pada tiap kartu natural 9.Sesekali K, Q, J + 9, tetapi kadang sialnya A + 8.Sebagian o...

Andai Yunus Enggan ke Tarsis
Sekarang ayo mengaku!Siapa diantara kita melempar daduPutaran nasib sekian kaliDan kita belum juga menggariskanSiapa yang meloncatPutuskan sekarang at...

Ketika Rawa Gambut Kehilangan Ingatannya
Kerusakan alam semakin sulit dipahami sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Hutan tidak hilang dalam satu malam, sungai tidak tiba-tiba kehilangan m...
Pilihan
Kurator.

Kulepas Kau ke Edinburgh
Tiga hari yang lalu setelah tulisan ini dibuat, saya mendengarkan pesan suara dari yang saya kagumi, sekarang ia dipinang kota Edinburgh. Entah anggap...

Seorang Paman yang Merantau dan Kembali
Di sebelah kamar nenek tinggal seorang paman. Namanya Nazali. Ia adalah salah satu orang yang membuatku mengerti bahwa kehidupan orang dewasa tidak se...

Hari Ini Abu: Namaku, Namamu
Tidak ada taman di sini, kita menciumi kabut asap setiap waktu. Dinding putih itu seakan beku berbulan-bulan di pandangan, bahkan tidak satu pun raja-...

Memeriksa Kembali Max Havelaar (Bagian Terakhir)
Apakah Multatuli alias Dekker lewat “Tindakan Lebak”-nya pernah mempersoalkan kolonialisme sebagai sebuah sistem? Tidak sama sekali. Yang ia lakukan h...

Obrolan Pada Meja Renda Bunga-Bunga
Layaknya sebuah ranting-ranting gosong di antara tumpukan arang yang tiada lagi berbentuk senormalnya. Serbuk-serbuk bekas pembakaran pohon di atas la...

Adakah Masa Lalu itu?
Di malam itu kau membaca tumpukan naskah sastra tutur di dalam almari kakek setelah puluhan tahun jenuh menjalani hidup bersama buku-buku baru yang se...
Katalog Buku.
Terbitan Resmi Penerbit Sastra Serkap

DI TUBUHMU MUSIM DAN BAHASA MENCAIR
Oleh: Mahesa Putra

Seekor Kucing Mencakar Mangkuk Laut di Istana Presiden
Oleh: Mahesa Putra
