1. Bob Dylan - Mr. Tambourine Man
Kau tahu, aku selalu ingin mencintaimu
dan mengikuti apa saja keinginanmu.
Tapi kau berkata, "segalanya adalah
kesiasiaan belaka. Maka hiduplah
bagai burung yang tak berkawan.
Terbang sesukamu." Kau tak mengerti
sama sekali, bahwa hidup bebas
terkadang adalah kutukan yang lebih
menyeramkan dari ditindas rezim negara.
Kau tak mengerti sama duakali,
o! Sayang, bernyanyilah untukku saat ini.
Malam terlalu pekat, hidup yang kelam,
yang tiada disinari cahaya bening matahari.
2. Radiohead - Let Down
Setiap langkah di kota ini selalu sama.
Entah menuju kantor, sekolah, kampus,
pasar, terminal—di telapak kaki mereka
masih sembunyi kecemasan diam-diam.
Segala keindahan menangis pelan-pelan.
Cinta, sayang, adalah nonsens di sini.
Maka, biarkan aku terbang. Dan lihatlah,
aku akan jatuh tepat di atasmu. Lihatlah,
aku tak mempunyai sayap untuk melarikan
penderitaan.
3. George Harrison - While My Guitar Gently Weeps
Puisiku perlahan mengeluarkan kesedihan,
dari segala malam celaka yang kutahan.
Aku tidak tahu mengapa, kau masih
menahan diri sendirian di sana.
Aku melihatmu mati dicekik tanganmu
yang bergerak di luar kontrolmu.
Aku juga melihatmu menjeritkan hidupmu.
Tanpa sepengatahuanmu, puisiku
menangis perlahan; aku ingin mati bersamamu.

